Operator Front End Loader yang baik dapat mengetahui dengan jelas cara menggunakan alat berat saat menggerakkan loader, mengurangi keausan alat berat, mengurangi konsumsi bahan bakar, dan menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan baik.
6 tip berikut akan membuat Anda menjadi operator loader yang baik! Coba lihat.
1. Cahaya
Saat Front End Loader bekerja, tumit dekat dengan lantai kabin, pelat kaki dan pedal akselerator dijaga paralel, dan pedal gas ditekan perlahan.
2. Stabil
Saat Front End Loader beroperasi, throttle harus selalu stabil. Dalam kondisi operasi normal, bukaan throttle harus sekitar 70 ~ 80%.
3. Pergi
Saat Front End Loader berfungsi, pelat kaki harus dipisahkan dari pedal rem, dan diletakkan rata di lantai kabin tanpa menginjak pedal rem.
Loader sering kali bekerja di lokasi konstruksi yang tidak rata. Jika kaki selalu menginjak pedal rem, maka pergerakan badan naik turun akan menyebabkan pengemudi menginjak pedal rem secara tidak sengaja.
Dalam keadaan normal, kondisi mesin dan perpindahan gigi perlu dikontrol dengan mengontrol perlambatan throttle.
Hal ini tidak hanya untuk menghindari sistem pengereman yang terlalu panas yang disebabkan oleh pengereman yang sering, tetapi juga memberikan kenyamanan pada peningkatan kecepatan yang cepat pada loader.
4. Ketekunan
Saat Front End Loader bekerja, terutama saat menyekop, sekop harus dipenuhi material dengan menarik tuas pengatur pengangkat dan putaran secara siklis di bawah kondisi throttle yang stabil.
Penarikan siklik pada tuas kontrol mengangkat dan memutar bucket disebut "ketekunan".
Proses ini sangat penting dan berdampak besar pada konsumsi bahan bakar.
5. Koordinasi
Koordinasi adalah kerjasama organik antara pengangkatan dan silinder kontrol ember. Proses penggalian shovel umum pada Front End Loader adalah menempatkan bucket di atas tanah terlebih dahulu dan mendorong dengan mulus ke tiang.
Jika bucket disekop secara paralel dengan tumpukan material dan menemui hambatan, prinsip mengangkat lengan terlebih dahulu dan kemudian menarik bucket harus diikuti terlebih dahulu.
Hal ini secara efektif dapat menghindari resistensi di bagian bawah bucket, sehingga gaya breakout maksimum dapat digunakan sepenuhnya.
6, dilarang keras
Yang pertama dilarang keras untuk meledakkan throttle. Terlepas dari apakah Front End Loader berjalan atau selama pemuatan sekop, jangan menginjak pedal akselerator dengan paksa, dan selalu jaga agar kontrol akselerator tetap ringan dan stabil. Cukup kurangi dan kurangi kegagalan buatan manusia dalam pengoperasian.
Kedua, penyaradan ban sangat dilarang. Saat Front End Loader beroperasi, ban akan selip saat menghadapi hambatan dan meningkatkan throttle. Fenomena ini biasanya disebabkan oleh pengoperasian yang tidak tepat oleh pengemudi, yang meningkatkan konsumsi bahan bakar dan merusak ban.
Ketiga, melarang keras roda belakang miring. Karena kekuatan penggalian loader yang besar, pengemudi biasanya menyekop tanah asli dan bukit batu yang kokoh dan operasi lainnya. Jika pengoperasiannya tidak tepat, kedua roda belakang cenderung terangkat dari tanah. Inersia pendaratan dari aksi miring ini akan menyebabkan bilah ember pecah dan ember berubah bentuk; ketika roda belakang dimiringkan tinggi, juga mudah menyebabkan pengelasan rangka depan dan belakang serta struktur lainnya retak, atau bahkan pelat patah.
Yang keempat adalah melarang keras memukul tumpukan. Untuk menyekop material umum, pemuat dapat dioperasikan dengan gigi II (kotak roda gigi tujuh kecepatan, kotak roda gigi tiga kecepatan dilarang menggunakan roda gigi kedua), dan dilarang keras untuk membenturkan tumpukan material secara inersia pada roda gigi di atas roda gigi II. Metode yang benar adalah dengan mengganti gigi I tepat waktu untuk menyelesaikan proses sekop saat ember mendekati timbunan stok.
Apakah Anda ingat enam tip yang dijelaskan untuk Anda?


Waktu posting: Nov-26-2020